michaelsonmelrose.com – Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) memberikan respons singkat terhadap pernyataan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam sebuah acara di Bandung, Stella menyebut bahwa MBG bisa menjadi sarana pembelajaran kreatif yang efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika dan bahasa Inggris siswa.
“Baca juga : Payment ID Lacak Transaksi WNI, Begini Cara Kerjanya”
Stella mengemukakan gagasan tersebut saat menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 pada Jumat, 8 Agustus 2025. Ia menyatakan bahwa selain memberi asupan nutrisi yang cukup, MBG juga dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan siswa pada hitungan dasar serta kosa kata bahasa Inggris.
“Anak-anak tidak hanya mendapatkan gizi yang baik, tetapi juga belajar menghitung dan mengenal bahasa Inggris melalui jenis-jenis makanan,” ujarnya.
Menurut Stella, program ini tidak hanya bermanfaat dari sisi nutrisi, tetapi juga dapat merangsang daya ingat dan motivasi belajar siswa. Ia mengacu pada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa nutrisi seimbang berpengaruh positif terhadap konsentrasi dan kinerja akademik anak-anak.
Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar Atip Latipulhayat menyampaikan bahwa kementeriannya telah memiliki pendekatan tersendiri untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Kita sudah punya pendekatan sendiri, yaitu pembelajaran mendalam atau deep learning,” ungkap Atip melalui pesan singkat.
Kemendikdasmen Tanggapi Pernyataan Stella Christie soal Program Makan Bergizi Gratis
Metode deep learning yang dimaksud telah menjadi bagian dari kurikulum nasional dan dirancang untuk mempercepat peningkatan literasi siswa, terutama dalam membaca dan berhitung. Kementerian menilai metode ini lebih sistematis dan terstruktur dibanding pendekatan yang bersifat insidental.
Meski tidak secara langsung membantah gagasan Stella, Kemendikdasmen menunjukkan kehati-hatian dalam mengomentari ide yang masih bersifat konseptual. Saat ini, belum ada indikasi bahwa gagasan integrasi MBG dengan pelajaran formal akan diadopsi ke dalam kebijakan nasional.
“Baca juga : Remaja 19 Tahun Penipu Investasi Bodong di Tangkap Polisi”
Ke depan, diskusi lintas Kemendikdasmen dan lembaga mungkin dibutuhkan untuk mengkaji kemungkinan kolaborasi antara aspek nutrisi dan pendidikan. Pemerintah pun dituntut untuk memastikan bahwa inovasi seperti MBG benar-benar memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia.




Leave a Reply