KDMP Tamanmartani Sleman Pasok Warung Kelontong

KDMP Tamanmartani Sleman Perkuat Warung Kelontong Lewat Kemitraan Distribusi

KDMP Tamanmartani Pasok Kebutuhan Pokok untuk Warung Kelontong

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memperluas perannya sebagai penggerak ekonomi masyarakat dengan memasok kebutuhan pokok bagi warung kelontong di wilayah setempat. Langkah tersebut dilakukan melalui skema kemitraan agar koperasi dan pelaku usaha kecil dapat saling memperkuat.

Pengelola KDMP Tamanmartani Prima Shintalia mengatakan koperasi tidak ingin mengambil peran sebagai pesaing bagi warung kelontong, melainkan menjadi mitra yang membantu meningkatkan keberlangsungan usaha masyarakat.

“Kalau bisa kita saling bantu. Kita bekerja sama dengan teman-teman toko kelontong, bukan bersaing,” kata Prima saat ditemui ANTARA di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta.

Melalui kerja sama tersebut, KDMP Tamanmartani berupaya menyediakan barang dengan harga kompetitif sehingga warung kelontong dapat memperoleh pasokan lebih terjangkau sekaligus menjaga margin keuntungan usaha.

baca juga: Rupiah Sore Ini Menguat ke Level 17.986 per Dolar AS

Strategi KDMP Tamanmartani Cari Barang Murah dan Berkualitas

Prima menjelaskan koperasi terus mencari sumber barang dengan harga yang lebih rendah agar dapat memberikan manfaat bagi anggota maupun mitra usaha. Salah satu strategi yang dilakukan adalah mendapatkan produk dengan harga di bawah tingkat grosir.

“Makanya kita harus cari barang yang murah. Kalau bisa kita beli di bawah harga grosir, supaya teman-teman toko kelontong juga bisa ambil dari kita,” ujarnya.

Saat ini, KDMP Tamanmartani telah menyediakan sejumlah kebutuhan dasar masyarakat, seperti beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, serta LPG 3 kilogram.

Produk-produk tersebut dipasarkan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga eceran tertinggi (HET). Upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga stabil.

Dalam pengadaan barang, KDMP Tamanmartani masih mengandalkan pasokan dari sejumlah badan usaha milik negara (BUMN), terutama untuk komoditas beras dan minyak goreng. Namun, koperasi tetap membuka peluang kerja sama dengan pemasok lain untuk memperoleh harga yang lebih kompetitif.

“Barang dari BUMN memang murah, tapi baru minyak sama beras. Yang lain kami cari dari tempat lain supaya bisa dapat harga yang lebih baik,” kata Prima.

KDMP Tamanmartani Perluas Kerja Sama dengan Pelaku Usaha Lokal

Selain memasok warung kelontong, KDMP Tamanmartani juga membangun kemitraan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta kelompok usaha masyarakat di wilayahnya.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya koperasi untuk membangun ekosistem ekonomi lokal yang melibatkan berbagai sektor. Dengan jaringan distribusi yang semakin luas, koperasi diharapkan mampu memperkuat rantai pasok kebutuhan masyarakat.

KDMP Tamanmartani juga berperan sebagai pemasok kebutuhan bagi lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pasokan untuk SPPG tidak hanya berupa bahan pangan seperti ayam, tetapi juga mencakup perlengkapan operasional, seperti sabun cuci piring, sarung tangan, serta berbagai kebutuhan kebersihan.

Peran tersebut menunjukkan bahwa koperasi tidak hanya bergerak dalam distribusi barang konsumsi, tetapi juga mendukung program sosial dan ekonomi yang melibatkan masyarakat luas.

KDMP Tamanmartani Kembangkan Berbagai Unit Usaha

KDMP Tamanmartani mulai beroperasi sejak Juli 2025 dan hingga kini memiliki 1.121 anggota. Koperasi tersebut mengelola sejumlah unit usaha, mulai dari gerai sembako, sektor pertanian, klinik, apotek, hingga budi daya ikan.

Pengembangan berbagai unit usaha menjadi strategi koperasi untuk menciptakan sumber pendapatan yang beragam sekaligus memberikan layanan yang lebih luas kepada masyarakat.

Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes), nilai transaksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sepanjang 2026 hingga pertengahan Juli mencapai sekitar Rp56,77 miliar dari 54.128 transaksi.

Komoditas pupuk bersubsidi menjadi salah satu penyumbang nilai transaksi terbesar. Data Simkopdes mencatat transaksi pupuk NPK Phonska mencapai sekitar Rp15,09 miliar, sedangkan pupuk Urea mencapai sekitar Rp11,27 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya aktivitas ekonomi koperasi dalam mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya sektor pertanian dan usaha berbasis komunitas.

Ke depan, KDMP Tamanmartani diharapkan dapat terus memperluas jaringan kemitraan dengan pelaku usaha lokal. Melalui kolaborasi antara koperasi, warung kelontong, BUMDes, dan kelompok masyarakat, koperasi dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.

baca juga: Dekopin bidik Gen Z untuk regenerasi gerakan koperasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *