michaelsonmelrose.com – PLN Indonesia Power kembali menunjukkan komitmennya dalam pemerataan energi nasional. Dua pembangkit listrik resmi dioperasikan di Papua sebagai upaya memperkuat pasokan listrik di wilayah timur Indonesia.
Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan elektrifikasi dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Papua yang masih menghadapi kendala infrastruktur dan sebaran geografis.
“Baca juga : SKB 3 Menteri Tetapkan 18 Agustus 2025 Sebagai Libur Nasional”
Pengoperasian pembangkit dilakukan melalui dua bentuk kerja sama strategis. Pertama, serah terima operasi dan pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Biak-1 dengan kapasitas 15 megawatt (MW). Kedua, perjanjian operasi dan pemeliharaan berbasis kinerja untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Holtekamp berkapasitas 50 MW.
Direktur Utama PLN IP, Benardus Sudarmanta, menyampaikan bahwa pengoperasian dua pembangkit ini merupakan bagian dari mandat konstitusi untuk menyediakan energi yang adil dan merata. “Tugas kami bukan hanya menjaga pasokan listrik, tapi memastikan semua masyarakat, termasuk Papua, mendapatkan akses energi yang andal dan berkelanjutan,” ujar Benardus dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/8/2025).
Sistem kelistrikan Papua saat ini terbagi dalam 8 sistem besar dan sekitar 300 sistem kecil. Kondisi ini menuntut strategi penyediaan listrik yang adaptif dan efisien. Direktur Operasional Gas PLN IP, Purnomo, menjelaskan bahwa PLTMG Biak-1 dipilih karena efisiensinya tinggi, bentuknya ringkas, dan ramah lingkungan.
PLN Indonesia Power Operasikan Dua Pembangkit Baru di Papua untuk Pemerataan Energi
“PLTMG cocok untuk daerah terpencil dengan sistem kelistrikan kecil. Ini juga mendukung transisi energi nasional,” katanya.
Sementara itu, PLTU Holtekamp sedang menjalani transformasi berbasis kinerja. Inovasi berupa modifikasi chain grate stoker dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Teknologi ini sebelumnya berhasil diterapkan di PLTU Sanggu dan kini menjadi model bagi pembangkit di kawasan timur.
PLTU Holtekamp berperan penting sebagai tulang punggung sistem kelistrikan di Papua. Melalui kerja sama baru ini, PLN IP berharap bisa meningkatkan keandalan listrik dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Sinergi antara subholding dan holding PLN ini juga mencerminkan dukungan nyata terhadap agenda strategis nasional, termasuk target rasio elektrifikasi 100 persen.
“Baca juga : Pakar Ungkap Alasan Kantuk Setelah Makan dan Pencegahannya”
Pengoperasian dua pembangkit ini menandai langkah nyata PLN Indonesia Power dalam mengakselerasi pembangunan energi berkelanjutan di wilayah timur. Dengan pendekatan inovatif dan berbasis kinerja, perusahaan memperkuat perannya sebagai motor penggerak pembangunan nasional berbasis energi.




Leave a Reply