michaelsonmelrose.com – Saham Blue Chip yang ikut naik meski tren pasar masih menantang dikarenakan aksi gencar yang dilakukan oleh Investor asing kelas kakap seperti Blackrock, JP Morgan, dan Vanguard dengan mengakumulasi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada awal Juli 2025.
“Baca juga : Kampus Muhammadiyah Pamerkan Rudal Merapi di Expo 2025”
Blackrock tercatat menambah kepemilikan saham BBRI dari 2,34 miliar pada kuartal II-2025 menjadi 2,36 miliar saham pada awal Juli. Sementara Vanguard, yang sudah memegang 3,09 miliar saham, terus menambah 91 juta saham sepanjang 2025.
Harga saham BBRI pada perdagangan Jumat (11/7) berada di level 3.880, naik 0,26% dan selama sepekan mengalami kenaikan 5,72%. Namun, secara akumulasi sepanjang 2025, saham ini masih turun 7,84%. Data ini menandakan sentimen positif dari investor institusi besar terhadap prospek jangka panjang BBRI.
Investor Asing Borong Saham BBRI, Peluang Beli Atau Jual?
Menurut 31 dari 37 analis Bloomberg, saham BBRI direkomendasikan untuk dibeli dengan target harga rata-rata 4.703 per lembar dalam 12 bulan ke depan. Analis Trimegah Sekuritas, Jonathan Gunawan, juga mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp5.400, optimis pada pemulihan segmen pinjaman mikro dan kualitas aset yang membaik.
Jonathan menyebut program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis akan menyuntik likuiditas ke segmen UMKM. Transfer fiskal ini diperkirakan memberi tambahan dana hingga Rp342 triliun, memicu pertumbuhan pembiayaan mikro BBRI.
Direktur Reliance Sekuritas, Reza Priyambada, menilai aksi beli JP Morgan mencerminkan kepercayaan pasar terhadap transformasi dan fundamental kuat BBRI. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan komitmen perusahaan dalam program BRIVolution Reignite yang fokus pada digitalisasi dan tata kelola guna menjadikan BRI bank paling menguntungkan di Asia Tenggara pada 2030.
“Baca juga : Penjualan Mobil Lesu, Gaikindo Siapkan Strategi Pemulihan”
Meski tekanan pasar masih ada, fundamental dan strategi transformasi BBRI diyakini akan menjadi pilar utama pemulihan dan pertumbuhan inklusif nasional. Investor ritel disarankan mempertimbangkan peluang beli saham ini dengan memperhatikan momentum pemulihan dan rekomendasi analis.




Leave a Reply