Tol Harbour Road II Atasi Macet Tanjung Priok, Proyek Rp 15,8 T

Tol Harbour Road II Atasi Macet Tanjung Priok, Proyek Rp 15,8 T

michaelsonmelrose.com – Tol Harbour Road II diyakini sebagai proyek yang akan mengatasi kemacetan di kawasan utara Jakarta, yang menjadi pusat logistik nasional. Proyek strategis nasional ini diharapkan menjadi solusi utama pengurai kemacetan di Tanjung Priok dan meningkatkan kelancaran distribusi barang.

“Baca juga : Investor Korea Investasi Rp 1,2 T di Kawasan Transmigrasi Maloy”

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pada 26 September 2025, meninjau langsung progres pembangunan tol ini. Tol Harbour Road II dibangun sepanjang hampir 10 kilometer, berupa jalur elevated yang menghubungkan Ancol Timur hingga Pluit. Proyek senilai Rp 15,8 triliun ini dikerjakan oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP).

Tol ini dirancang dengan lebar jalur 3,5 meter per lajur dan menargetkan kecepatan kendaraan hingga 80 km/jam. Saat ini, progres konstruksi telah mencapai 24,9 persen, termasuk pembangunan box girder, pier, pile cap, dan bored pile. Pengadaan lahan juga telah mencapai 53,6 persen dari total kebutuhan 390.091 meter persegi.

Penyelesaian tol ditargetkan pada 31 Desember 2026 dengan dua tahap operasi. Jalur Selatan diperkirakan akan beroperasi pada awal 2026, sementara Jalur Utara menyusul pada 2027. Dengan tol ini, diharapkan kemacetan di Tanjung Priok berkurang secara signifikan, sehingga menurunkan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi distribusi barang.

Menurut AHY, tol ini juga memperkuat jaringan jalan tol Jabodetabek, seperti Ring 1, Ring 2, JORR 1, dan JORR 2. “Proyek ini akan menurunkan biaya logistik, mengurai kemacetan, dan mendukung pengembangan ekonomi wilayah,” ujarnya.

“Baca juga : Malaysia Menjual BBM RON 95 Rp7.800, Ini Alasannya”

Selain mengatasi kemacetan, Tol Harbour Road II merupakan bagian dari komitmen pemerintah memodernisasi infrastruktur utama Jakarta. Jika rampung sesuai jadwal, tol ini tidak hanya mengubah wajah Jakarta Utara, tetapi juga menjadi katalisator vital bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui efisiensi logistik yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *