Produk Ikan Baubau Berpeluang Masuk Rantai Pasok Konsumsi Jamaah Haji Indonesia
Menhaj Tinjau Kesiapan Industri Perikanan Sultra untuk Pasar Haji Arab Saudi
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menilai produk perikanan dari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), memiliki peluang untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Penilaian tersebut disampaikan setelah dirinya melihat langsung proses pengolahan ikan di salah satu fasilitas industri perikanan daerah tersebut.
Irfan Yusuf mengatakan kualitas produk ikan Baubau secara umum telah memenuhi potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari rantai pasok kebutuhan pangan jamaah haji. Namun, pemerintah masih perlu memastikan sejumlah aspek teknis sebelum produk tersebut dapat dipasarkan untuk kebutuhan konsumsi di Tanah Suci.
“Secara produk saya kira sangat memungkinkan. Yang perlu dibahas sekarang adalah aspek teknis seperti pengiriman, packaging, serta aturan yang berlaku di Arab Saudi. Kita harus memastikan kemampuan kita memenuhi seluruh persyaratan tersebut,” kata Irfan Yusuf saat meninjau PT Buton Indo Tuna di Kota Baubau, Sultra.
Pemerintah Dorong Produk Daerah Masuk Ekosistem Ekonomi Haji
Kunjungan Menhaj ke fasilitas pengolahan ikan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memetakan potensi produk unggulan daerah yang dapat mendukung penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah ingin ekosistem haji tidak hanya berfokus pada layanan jamaah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Indonesia.
baca juga:Indonesia Tawarkan 180 Kawasan Industri ke Rusia
Dalam peninjauan tersebut, Irfan Yusuf melihat berbagai tahapan pengolahan ikan, mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi, hingga pengemasan. Proses tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk memastikan produk lokal memiliki standar yang sesuai dengan kebutuhan pasar internasional.
Menurut dia, pemanfaatan produk dalam negeri untuk kebutuhan jamaah haji sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar penyelenggaraan haji mampu membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Ada satu harapan yang kami bawa dari Presiden Prabowo, yaitu agar ekosistem haji bisa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat Indonesia. Karena itu kami berpikir bagaimana bahan makanan yang dikonsumsi jemaah haji dapat dipasok dari Indonesia,” ujarnya.
Irfan Yusuf menyebut Sulawesi Tenggara memiliki keunggulan komparatif di sektor kelautan dan perikanan. Potensi tersebut dapat menjadi modal bagi daerah untuk mengambil peran sebagai salah satu pemasok produk laut bagi kebutuhan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Selain komoditas perikanan, pemerintah juga membuka peluang bagi daerah lain untuk berkontribusi melalui produk unggulan masing-masing. Komoditas pertanian, pangan olahan, dan berbagai produk lokal lainnya dapat dikembangkan sesuai dengan standar yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan haji.
Kajian Teknis Disiapkan untuk Perkuat Distribusi Produk Indonesia
Kementerian Haji dan Umrah melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji akan melanjutkan pembahasan bersama berbagai pihak terkait. Kajian tersebut mencakup kesiapan produksi, sistem distribusi, logistik, hingga pemenuhan regulasi pangan di Arab Saudi.
Pemerintah perlu memastikan produk yang dikirim ke luar negeri memiliki kualitas yang konsisten, termasuk dari sisi keamanan pangan, pengemasan, dan ketahanan selama proses pengiriman. Hal tersebut menjadi faktor penting mengingat kebutuhan konsumsi jamaah haji berlangsung dalam skala besar dan membutuhkan pasokan yang berkelanjutan.
Pengembangan rantai pasok produk Indonesia untuk jamaah haji juga dinilai dapat memperluas akses pasar internasional bagi pelaku usaha daerah. Dengan dukungan regulasi dan sistem distribusi yang tepat, produk perikanan Sultra berpotensi memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap penyelenggaraan haji dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi nasional. Produk unggulan daerah tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar global melalui skema kerja sama yang berkelanjutan.
baca juga: 23 dapur bercita rasa nusantara siap layani jamaah selama di Madinah




Leave a Reply