Pramono Anung

Pramono: ASN Jakarta Jangan Flexing dan Malas, Siap Di Pecat

michaelsonmelrose.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pegawai negeri sipil (ASN) di lingkungan Pemprov DKI yang terbukti malas bekerja atau suka pamer (flexing) jabatan akan langsung diberi sanksi hingga pemecatan.
Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kerja ke salah satu kantor pelayanan publik di kawasan Jakarta Pusat.

“Jangan ada ASN yang hanya datang foto lalu posting di medsos, tapi kerja tak selesai. Saya tidak basa-basi. Yang malas atau cuma flexing siap dipecat, saya yang tanda tangani,” ujar Pramono di hadapan ratusan pegawai.

Baca Juga:


⚙️ Alasan Pramono Luncurkan Teguran Tegas

Pramono menyebut bahwa budaya kerja ASN di ibu kota harus berubah, mengikuti ritme kota global yang cepat. Banyak keluhan masyarakat mengenai pelayanan publik yang lambat atau prosedur yang rumit.
Menurutnya, flexing jabatan tanpa hasil kerja nyata justru merusak kepercayaan publik dan memperburuk citra pemerintahan.

“Kita kerja untuk warga Jakarta, bukan untuk konten Instagram,” tambah Gubernur.


📊 Langkah Konkret DKI untuk Penegakan Disiplin ASN

Pemprov DKI melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) akan melakukan audit kinerja di seluruh SKPD selama kuartal IV.
Jika terbukti pegawai hanya datang lalu “foto kerja” tanpa output, maka akan diberikan sanksi administratif mulai dari penundaan kenaikan pangkat hingga pemecatan.
Pramono juga memastikan bahwa transparansi dan akuntabilitas akan ditingkatkan melalui sistem digital monitoring jam kehadiran dan output pelaporan pegawai.


🧭 Dampak terhadap Pelayanan Publik dan Birokrasi

Teguran ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas pelayanan publik di Jakarta yang selama ini menjadi sorotan.
Masyarakat mengaku telah lama mendambakan ASN yang aktif dan profesional, bukan hanya pam ­foto. Pramono meyakini langkah tegas ini adalah titik balik reformasi birokrasi di ibu kota.


✅ Kesimpulan

Pernyataan tegas Gubernur Pramono Anung bahwa ASN DKI yang malas atau suka flexing siap dipecat menandakan perubahan arah dalam tata kelola pemerintahan Jakarta.
Dengan pengawasan yang diperketat dan budaya kerja yang lebih profesional, diharapkan pelayanan kepada warga Jakarta meningkat signifikan.
Ini bukan sekadar retorika — melainkan sinyal bahwa era birokrasi santai di ibu kota mulai ditinggalkan.

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *